“kubuka album biru....penuh debu dan
usang......”
Lagu itu mengalun sempurna dari
handphone ku, membuka lembaran-lembaran memori masa lalu. Mengingatkan aku pada
sosok seorang wanita penyabar dan tegar. Sifatnya hangat bagai mentari. Tak terasa
basahlah mataku oleh butiran-butiran air mata.
Dulu, saat aku sedih wanita itu datan
menghampiriku, membawakanku segelas teh hangat, menenangkanku dengan sentuhan
kasihnya. Saat aku bahagia dia selalu mewejangiku dengan mutiara-mutiara abadi
dari mulutnya. Mendengarkan suaranya saja sangat menenangkan. Huuh!!! Aku ingat
betul dua tahun yang lalu, seorang lelaki yang selama ini menjadi tulang
punggung keluarga pergi. Dia mencampakkan kami, dia pergi entah kamana.
Perhiasan ibu dan surat-surat tanah dibawanya.
“ayah, mau kemna?” kata ibu.